Kemenangan Konsumen Melawan Klausula Baku Karcis Parkir

Pada artikel Melindungi Konsumen dari Klausula Baku disebutkan bahwa klausula baku tidak boleh mencantumkan pernyataan yang berisi pengalihan tanggung jawab dari pelaku usaha. Contoh yang paling jamak kita temukan ada pada karcis parkir. Kebanyakan karcis parkir memuat pernyataan bahwa “Segala kehilangan dan kerugian menjadi tanggung jawab pemilik kendaraan.”

Kalau seperti ini, lalu apa gunanya konsumen membayar karcis parkir? Ada yang mengatakan hanya untuk menyewa lahan parkir. Sebenarnya tidak boleh dilihat seperti ini. Lahan parkir sebenarnya merupakan milik toko atau mall. Kalau tidak ada lahan parkir, maka toko atau mall tersebut pasti sepi. Sehingga dapat dipandang bahwa lahan parkir adalah sebuah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari toko atau mall.

Untuk menciptakan ketertiban dan keamanan di lahan parkir, maka pemilik toko atau mall mempercayakan lahan parkirnya untuk dikelola oleh pihak ketiga. Pihak ketiga ini dikenal sebagai penyedia jasa parkir atau pengelola parkir. Pengelola parkir bisa individu, kelompok atau badan hukum. Lalu mengenai kompensasi atau penghasilan yang diterima oleh pengelola parkir bisa dalam tiga bentuk:

  1. Pemilik toko atau mall membayar pihak pengelola parkir. Sehingga pengunjung tidak dipungut biaya, atau bebas parkir.
  2. Pengunjung toko atau mall yang membayar pihak pengelola parkir melalui retribusi parkir.
  3. Pemilik toko atau mall membayar sebagian jasa pengelola parkir, lalu sisanya dibebankan ke konsumen.

Sekali lagi, tugas dan fungsi dari pengelola parkir adalah untuk menciptakan ketertiban dan keamanan di lahan parkir. Maka konsumen membayar retribusi parkir bukan untuk menyewa lahan parkir, melainkan untuk memperoleh keamanan atas kendaraannya. Tapi selama ini pihak pengelola parkir mengalihkan tanggung jawab mengenai kemanan kendaraan kepada pemilik kendaraan. Ini dapat dilihat dari klausula baku yang terdapat di karcis parkir.

Beruntunglah pengguna jasa parkir, karena keputusan Mahkamah Agung telah memenangkan pihak konsumen dalam perkara klausula baku ini. Hal ini terungkap dari putusan peninjauan kembali Mahkamah Agung Nomor 124/PK/PDT/2007 yang menolak kasasi yang diajukan oleh PT Securindo Packatama Indonesia melawan Anny R. Gultom.

Keputusan yang bersifat final dan mengikat ini memerintahkan pengelola parkir untuk mengganti semua bentuk kehilangan di lahan parkir, termasuk di dalamnya kendaraan, helm, isi dalam mobil dan segala sesuatu yang hilang karena lemahnya keamanan di lahan parkir. Penggantian kerugian pun bukan sebatas maksimal satu kali, sepuluh kali atau sekian kali dari tarif parkir, namun sesuai dengan nilai barang yang hilang atau rusak. Di sinilah muncul kendala yang lain, karena putusan tersebut tidak memberi batas maksimal. Sebaiknya pihak pengelola parkir bekerja sama dengan pihak asuransi. Sehingga nantinya tarif parkir sudah meliputi premi asuransi dan ganti rugi terhadap kerusakan kendaraan bermotor dilakukan oleh pihak asuransi.

Namun, bukan berarti pihak konsumen boleh sembrono dalam memarkirkan kendaraannya. Kehati-hatian dan kewaspadaan dari pihak konsumen tetap diperlukan. Karena penggantian kerugian hanya akan diberikan bila terbukti kesalahan ada pada pihak pengelola parkir.


Kata kunci: contoh klausula baku, 124 PK/PDT/2007, contoh karcis parkir, klausula baku karcis parkir, klausula baku, PK perkara 124 PK/PDT/2007, kehilangan helm di grand city mall surabaya, PELAKSANAAN PENGGANTIAN KENDARAAN BERMOTOR YANG HILANG DISECURE PARKING, kerugian parkir d mall, contoh ketertiban di mall

12 Comments

  1. netmild 29/07/2010
  2. andry sianipar 03/08/2010
  3. mh 03/08/2010
    • Wibowo Tunardy 03/08/2010
  4. Andrian TW 04/08/2010
    • Wibowo Tunardy 04/08/2010
  5. Erwin 10/11/2010
  6. LPKSM Sukma Nusantara 14/11/2010
  7. arief budiman 11/03/2012
  8. hana 01/12/2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Must Readclose